Pengetahuan Siswa-Siswi Tentang Pencegahan Dan Penanggulangan Kekerasan Seksual Melalui Platform Indonesia Jaya (PIJAY) Di SMPN 32 Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Kekerasan seksual merupakan permasalahan serius yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dan sering melibatkan pelaku dari kalangan terdekat korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana efektivitas platform Indonesia Jaya (PIJAY) dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di SMP Negeri 32 Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif dan melibatkan 76 responden siswa. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, dan analisis data dilakukan secara univariat melalui distribusi frekuensi untuk menggambarkan tingkat pengetahuan siswa setelah menggunakan platform PIJAY. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform Indonesia Jaya (PIJAY) efektif dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di SMP Negeri 32 Pekanbaru. Lebih dari separuh siswa memiliki tingkat pengetahuan yang baik tentang kekerasan seksual, menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis digital yang diterapkan PIJAY mampu meningkatkan pemahaman siswa secara signifikan. Efektivitas ini diperkuat oleh karakteristik responden yang lebih dari separuh berada dalam
Sexual violence is a serious issue that frequently occurs within school environments and often involves perpetrators from the victim's close circle. This study aims to analyze the effectiveness of the Indonesia Jaya (PIJAY) platform in supporting the prevention and mitigation of sexual violence at SMP Negeri 32 Pekanbaru. This research employed a quantitative approach with a descriptive design and involved 76 student respondents. The instrument used was a questionnaire, and the data were analyzed univariately using frequency distribution to describe the students’ level of knowledge after utilizing the PIJAY platform. The results show that the Indonesia Jaya (PIJAY) platform is effective in supporting efforts to prevent and address sexual violence at SMP Negeri 32 Pekanbaru. More than half of the students demonstrated a good level of knowledge about sexual violence, indicating that the digital education approach implemented by PIJAY significantly improved students’ understanding. This effectiveness is reinforced by the fact that most respondents were in early adolescence, a developmental stage that is cognitively and emotionally ideal for receiving self-protection education. The success of PIJAY was also supported by the interactivity of its content and its suitability to the students’ age context.