Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Pada Ibu Hamil Dengan Emesis Gravidarium Di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Sekitar 56% ibu hamil trimester I mengalami mual muntah atau emisis gravidarum. Hal ini perlu mendapatkan perhatian khusus bagi para bidan karena jika tidak ditangani dengan dapat dapat mengakibatkan menjadi hipermeisis gravidarum yang dapat berdampak pada kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi lavender pada ibu hamil dengan emesis gravidarium di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbai Bukit. Jenis penelitian kuantitatif, dengan desain quasi experiment dengan rancangan one group with pretest-posttest. Populasi adalah ibu hamil trimester I, sampel sebanyak 15 orang, dengan teknik sampling purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan alat lembar observasi. Intervensi dilakukan selama 7 hari. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji paired sampel t test. Hasil univariat didapat mayoritas ibu hamil trimester I sebelum diberikan aromaterapi lavender mengalami frekuensi mual dalam kategori sedang, dan yang mengalami frekuensi muntah dalam kategori sedang, dan sesudah diberikan aromaterapi lavender mengalami frekuensi mual dalam kategori sedang, dan yang mengalami frekuensi muntah dalam kategori sedang. Analisa bivariat diperoleh pvalue < 0,05, yang artinya bahwa Aromaterapi lavender efektif dalam mengatasi mual muntah pada kehamilan trimester I. Diharapkan bagi Puskesmas Harapan Raya dapat meningkatkan pelayanan khususnya dibidang asuhan ibu hamil untuk menurunkan mual muntah ibu hamil dengan menerapkan pegobatan alternatif lain seperti memberikan aromaterapi pappmint untuk mengatasi emisis gravidarum pada ibu hamil.
Emesis gravidarum is a complaint that often occurs in pregnant women, especially in the first trimester. This study aims to determine the effect of giving lavender aromatherapy to pregnant women with emesis gravidarium in the Rumbai Bukit Community Health Center Working Area. This type of quantitative research, with a quasi-experimental design with a one group design with pretest-posttest. The population was pregnant women in the first trimester, a sample of 15 people, using a purposive sampling technique. The research instrument used an observation sheet tool. The intervention was carried out for 7 days. Data analysis used univariate and bivariate analysis. Univariate results showed that the majority of pregnant women in the first trimester before being given lavender aromatherapy experienced a frequency of nausea in the moderate category, and those who experienced a frequency of vomiting in the moderate category, and after being given lavender aromatherapy experienced a frequency of nausea in the moderate category, and those who experienced a frequency of vomiting in the medium category. Bivariate analysis revealed that lavender aromatherapy was effective in treating nausea and vomiting in the first trimester of pregnancy at the Rumbai Bukit Pekanbaru Community Health Center. It is hoped that the Harapan Raya Community Health Center can improve services, especially in the field of care for pregnant women, to reduce nausea and vomiting in pregnant women by implementing other alternative treatments such as providing pappmint aromatherapy to treat emission gravidarum in pregnant women.