Pengaruh Pemberian Moxa Terhadap Nyeri Sendi Pasien Gout Arthritis Di Wilayah Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Gout Arthritis adalah penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak dan berulang pada sendi yang sangat nyeri karena adanya endapan kristal monosodium urat atau asam urat dalam sendi, disebabkan oleh tingginya kadar asam urat dalam darah (hiperurisemia). Nyeri akibat gout arthritis dapat menurunkan kenyamanan pasien dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri berulang dapat menyebabkan reaksi tubuh seperti kegelisahan, denyut jantung tidak normal, gangguan peredaran darah, dan laju pernapasan. Jika tidak ditangani dengan baik, nyeri ini dapat menurunkan daya tahan tubuh dan menyebabkan kerusakan jaringan serta gangguan metabolisme. WHO (Word Health Organization) mengatakan bahwa penyakit gout arthritis berdasarkan diagnosa tenaga Kesehatan Indonesia sebesar 11,9% dan berdasarkan diagnosa atau gejala sebesar 24,7% dan dari karakteristik provinsi sebesar 7,30% sedangkan persentase riau sebesar 19,34%. Pencegahan gout arthritis bisa diatasi menggunakan pengobatan non-farmakologis yaitu Pemberian Moxa Terhadap Nyeri Sendi Pasien Gout Arthritis dengan tujuan untuk mengetahui nyeri sendi sebelum dan sesudah pemberian Moxa dan mengetahui apakah ada pengaruhnya. Jenis penelitian ini adalah dengan pendekatan one group pretest dan posttest dilakukan pada tanggal 12-28 Februari 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru sebanyak 31 responden. Hasil penelitian ini didapatkan rata-rata nyeri sendi pada pasien gout arthritis pretest yaitu 5.58 dan posttest turun menjadi 2.87 dimana nilai p value = 0.00 < α 0.05, Ada Pengaruh Pemberian Moxa Terhadap Nyeri Sendi Pasien Gout Arthritis. Dapat untuk dijadikan pengobatan alternatif Nyeri Sendi Pasien Gout Arthritis dengan menggunakan pemberian Moxa Terhadap Nyeri Pasien Gout Arthritis.
Gout arthritis is a disease characterized by sudden and recurrent attacks in the joints that are very painful due to the deposition of monosodium urate or uric acid crystals in the joints, caused by high levels of uric acid in the blood (hyperuricemia). Pain due to gouty arthritis can reduce patient comfort and interfere with daily activities. Recurrent pain can cause bodily reactions such as anxiety, abnormal heart rate, circulatory disorders and respiratory rate. If not treated properly, this pain can reduce the body's resistance and cause tissue damage and metabolic disorders. WHO (Word Health Organization) said that gouty arthritis based on the diagnosis of Indonesian health workers was 11.9% and based on diagnoses or symptoms was 24.7% and from provincial characteristics was 7.30% while the percentage of Riau was 19.34%. Prevention of gouty arthritis can be overcome using non-pharmacological treatment, namely Giving Moxa to Joint Pain of Gout Arthritis Patients with the aim of knowing joint pain before and after giving Moxa and knowing if there is an effect. This type of research is a one group pretest and posttest approach conducted on February 12-28, 2024 in the Rejosari Health Center Work Area, Pekanbaru City as many as 31 respondents. The results of this study showed that the average joint pain in gouty arthritis patients pretest was 5.58 and posttest decreased to 2.87.