PENGARUH PEMBERIAN VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN ANAK SDN 15 KOTA PEKANBARU TENTANG AREA PRIVASI TUBUH TAHUN 2026
Institutional Metadata
Abstract
Anak usia sekolah dasar merupakan kelompok yang rentan terhadap kekerasan seksual akibat masih terbatasnya pengetahuan mengenai area privasi tubuh. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan tersebut adalah melalui pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian video animasi terhadap pengetahuan anak SDN 15 Kota Pekanbaru tentang area privasi tubuh Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27–28 Juli 2026 di SDN 15 Kota Pekanbaru. Sampel penelitian berjumlah 65 responden yang diperoleh menggunakan teknik Proportional Stratified Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa median skor pengetahuan meningkat dari 8,00 (rentang 4–11; mean 7,91 ± 1,665) menjadi 12,00 (rentang 9–13; mean 11,85 ± 0,922) setelah pemberian video animasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -6,979 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian video animasi terhadap pengetahuan anak tentang area privasi tubuh. Disimpulkan bahwa pemberian video animasi efektif meningkatkan pengetahuan anak SDN 15 Kota Pekanbaru mengenai area privasi tubuh. Pihak sekolah disarankan dapat mengembangkan edukasi mengenai area privasi tubuh melalui video animasi sebagai kegiatan ekstrakurikuler yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan guna meningkatkan pengetahuan siswa.
Elementary school-age children are a vulnerable group to sexual violence due to their limited knowledge of private body areas. One effort to increase this knowledge is through health education using animated video media. This study aimed to determine the effect of providing animated videos on the knowledge of students at SDN 15 Kota Pekanbaru regarding private body areas in 2026. This study employed a quantitative research method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. The study was conducted on July 27–28, 2026, at SDN 15 Kota Pekanbaru. The sample consisted of 65 respondents selected using the Proportional Stratified Random Sampling technique. Data were collected using a knowledge questionnaire and analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the median knowledge score increased from 8.00 (range 4–11; mean 7.91 ± 1.665) to 12.00 (range 9–13; mean 11.85 ± 0.922) after the animated video intervention. The Wilcoxon test results showed Z = -6.979 with a p-value = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of the animated video intervention on children's knowledge of private body areas. It can be concluded that animated videos are effective in improving the knowledge of students at SDN 15 Kota Pekanbaru regarding private body areas. The school is recommended to develop education about private body areas through animated videos as an extracurricular activity conducted regularly and continuously to improve students' knowledge.