Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pelecehan Seksual di SMA Setia Dharma Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Fenomena pelecehan seksual semakin meningkat dan menjadi permasalahan yang serius di berbagai negara. Pelecehan seksual dapat dialami oleh perempuan maupun laki-laki, tidak memandang usia, dan dapat terjadi di sekolah, masyarakat maupun ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pelecehan Seksual di SMA Setia Dharma Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian Quasy Experiment dengan rancangan “one goup pre-test dan post-test design”. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa-siswi SMA Setia Dharma Pekanbaru kelas X dan XI dengan jumlah 37 orang. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner pendidikan kesehatan tentang pelecehan seksual. Hasil penelitian didapatkan nilai rata-rata pengetahuan remaja sebelum diberikan pendidikan kesehatan (pre-test) adalah 17,43 dan setelah diberikan pendidikan kesehatan (post-test) adalah 18,95. Hasil analisis menggunakan uji statistik Wilcoxon diperoleh nilai p = 0,005 (<0,05) maka H0 ditolak yang artinya Ada pengaruh pendidikan kesehatan melalui media audio visual terhadap pengetahuan remaja tentang pelecehan seksual di SMA Setia Dharma Pekanbaru. Peneliti merekomendasikan agar pihak sekolah untuk menggunakan media audio visual dari peneliti untuk melakukan edukasi siswa-siswi mengenai pelecehan seksual di SMA Setia Dharma Pekanbaru.
The phenomenon of sexual harassment is increasing and becoming a serious problem in various countries. Sexsual harassment can be experienced by both women and men, regardless of age and can occur in schools, communities and public spaces. This research aims to determine the influence of health education through audio visual media on teenagers' knowledge about sexual harassment at Setia Dharma High School Pekanbaru. This research is quantitative research, with a Quasy Experiment research design with a "one group pre-test and post-test design". The population in this study was Setia Dharma Pekanbaru High School students in classes X and XI with a total of 37 people. The sampling technique used in this research was total sampling. The instrument used in this study was a health education questionnaire on sexual harassment. The results of the study showed that the average value of adolescent knowledge before being given health education (pre-test) was 17,43 and after being given health education (post-test) was 18,95. The results of the analysis using the Wilcoxon statistical tests obtained a p value = 0.005 (< 0.05) then H0 was rejected, which means that there is an influence of health education through audio-visual media on adolescent knowledge about sexual harassment at Setia Dharma High School, Pekanbaru.The researcher recommends that the school use audio-visual media from the researcher to educate students about sexual harassment at Setia Dharma High School, Pekanbaru