Pengaruh Penggunaan Media Audiovisual terhadap Perilaku Pencegahan Pruritis Vulvae Pada Remaja di SMP Negeri 11 Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Pruritis Vulvae merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri, umumnya dipicu oleh kurangnya personal hygiene saat menstruasi. Minimnya pengetahuan dan informasi tentang perawatan organ reproduksi menyebabkan remaja cenderung abai terhadap upaya pencegahan. Edukasi kesehatan melalui media audiovisual dinilai efektif karena menggabungkan elemen visual dan audio sehingga mampu meningkatkan pemahaman dan membentuk perilaku positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audiovisual terhadap perilaku pencegahan Pruritis Vulvae pada remaja putri di SMP Negeri 11 Pekanbaru tahun 2025. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-experiment dengan model one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 125 siswi kelas VII dan VIII yang dipilih dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang menilai pengetahuan, sikap, dan tindakan responden sebelum dan sesudah intervensi penyuluhan menggunakan video dan Power Point. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor pengetahuan dari median 40,00 menjadi 55,00, skor sikap dari 58,00 menjadi 67,00, serta skor tindakan dari 58,00 menjadi 76,00 setelah diberikan edukasi. Uji statistik menghasilkan p-value 0,000 (<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa media audiovisual berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan Pruritis Vulvae pada remaja. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media audiovisual sebagai strategi edukasi kesehatan
Pruritis Vulvae is a reproductive health problem commonly experienced by adolescent girls, primarily triggered by poor personal hygiene during menstruation. Limited knowledge and information regarding reproductive health care often lead adolescents to neglect preventive measures. Health education delivered through audiovisual media is considered effective, as it combines visual and auditory elements that enhance comprehension and foster positive behavioral changes. This study aimed to examine the effect of audiovisual media on preventive behaviors toward Pruritis Vulvae among female students at SMP Negeri 11 Pekanbaru in 2025. The research employed a quasi-experimental design with a one-group pretest- posttest model. A total of 125 students from grades VII and VIII were recruited using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires measuring knowledge, attitudes, and practices before and after an educational intervention using videos and PowerPoint presentations. Data analysis was performed using univariate and bivariate approaches with the wilcoxon test. The findings revealed significant improvements in median knowledge scores (from 40.00 to 55.00), attitudes (from 58.00 to 67.00), and practices (from 58.00 to 76.00) after the intervention. Statistical analysis indicated a significant effect, with a p-value of 0.000 (<0.05). It can thus be concluded that audiovisual media significantly enhances knowledge, attitudes, and preventive behaviors toward Pruritis Vulvae among adolescents. The study recommends integrating audiovisual media into reproductive health education programs in schools, particularly as a promotive and preventive strategy.