Pengaruh Penggunaan Media Sosial Twitter Terhadap Gangguan Mental Emosional Pada Remaja Di SMA N 11 Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Twitter menjadi salah satu media sosial yang banyak memberikan dampak negatif bagi remaja. Dampak yang terjadi seperti merasa cemas, overthinking, bahkan terjadinya kecanduan yang mengakibatkan remaja sulit mengendalikan emosi. Hal tersebut jika terjadi secara terus menerus akan berbahaya bagi kesehatan mental salah satunya mental emosional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh penggunaan media sosial Twitter terhadap gangguan mental emosional pada remaja. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Quasy Non Ekperimental. Sampel dalam penelitian ini, dilakukan pada 86 siswa dan siswi yang di ambil dengan teknik purposive sampling pada bulan Juni 2024. Alat ukur yang digunakan adalah Kuesioner SDQ ( Strenght and Difficulties Questionnaire) dan Kuesioner Penggunaan Media Sosial dan menggunakan uji chi-square. Siswa menggunakan media sosial Twitter dengan pengaruh cenderung buruk sebanyak 45 orang ( 45,0%), dan 52 orang (60,5%) mengalami gangguan mental emosional abnormal. Analisa dengan pearson chi square diperoleh p= 0,000 (<0,05). Terdapat pengaruh penggunaan media sosial Twitter terhadap gangguan mental emosional siswa SMA N 11 Pekanbaru, dari hasil tersebut penggunaan media sosial Twitter harus digunakan secara bijak, selain untuk mencegah kecanduan juga untuk meminimalisir munculnya masalah gangguan mental emosional.
Twitter is one of the social media that has a negative impact on teenagers. The impacts that occur include feeling anxious, overthinking, and even addiction which makes it difficult for teenagers to control their emotions. If this happens continuously it will be dangerous for mental health, one of which is mental and emotional. This research aims to see the effect of using Twitter social media on emotional mental disorders in adolescents. The type of research used is quantitative research with a quasi non-experimental design. The sample in this research was carried out on 86 students and female students taken using a purposive sampling technique in June 2024. The measuring instruments used were the SDQ Questionnaire (Strength and Difficulties Questionnaire) and the Social Media Use Questionnaire and used the chi-square test. 45 students (45.0%) used social media Twitter with negative influences, and 52 people (60,5%) experienced abnormal emotional mental disorders. Analysis with Pearson chi square obtained p= 0.000 (<0.05). There is an influence of the use of Twitter social media on the emotional mental disorders of students at SMA N 11 Pekanbaru. From these results, the use of Twitter social media must be used wisely, apart from preventing addiction, it also minimizes the emergence of problems with emotional mental disorders.