Pengaruh Rebusan Daun Kumis Kucing Terhadap Kadar Asam Urat Pada Lansia Gout Arthritis Di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
ABSTRAK Meningkatnya kadar asam urat dipengaruhi oleh asupan makanan tinggi purin dan kurangnya berolahraga. Perbandingan peningkatan asam urat pada orang yang berusia diatas 60 tahun ialah 3:1 dan memiliki factor resiko penyakit gout arthtritis (asam urat). Hal ini dapat terjadi karena mekanisme kerja tubuh yang semakin menurun. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh rebusan daun kumis kucing terhadap kadar asam urat pada lansia dengan gout arthritis di wilayah kerja puskesmas payung sekaki kota pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain quasy exsperiment non equivalent control group design. Penelitian dilakukan pada tanggal 29 Juni- 5 Juli 2022. Sampel dalam penelitian adalah 18 orang lansia di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik paired sample t-test dengan Hasil penelitian menunjukkan P value untuk kelompok intervensi 0.00<0,05 yang artinya ada pengaruh kadar sam urat sebelum dan sesudah diberikan rebusan daun kumis kucing dan pada kelompok kontrol didapatkan P value 0,56>0,05 yang artinya tidak ada pengaruh kadar asam urat sebelum dan sesudah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman lansia tentang pengauh rebusan daun kumis kucing dalam menurunkan kadar asam urat dan memanfaatkan tanaman herbal sebagai penanganan tepat dalam menurunkan kadar asam urat. Rekomendasi peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadi sumber referensi dalam melakukan penelitian lebih lanjut
ABSTRACK Increased uric acid levels are influenced by high-purine food intake and lack of exercise. Comparison of increased uric acid in people aged over 60 years is 3:1 and risk factor for gout. This can happen because the body’s mechanism of action is decreasing. The purpose of this research is to effect of orthosiphon stamineus decoction on uric acid levels for elderly in puskesmas payung sekaki working area, pekanbaru city. This type of research is quantitative with a design quasy exsperiment non equivalent control group design. the study was conducted on june 29-july 5, 2022. The sample in this tudy was 18 elderly people in the working area of STIKes Payung Negeri pekanbaru city. The sampling technique used purposive sampling. Data analysis used paired sample t test statistical test with the results showed the P value 0,00<0,05, which meansthat there is a difference in uric acid levels before and after being given of orthosiphon stamineus and in the control group, P value is 0,56>0,05, which means there was no difference in uric acid levels befor and after. Based on the results of this study, it is expected to increase the elderly’s understanding of the influence of orthosiphon stamineus decoction in reducing uric acid levels and utilizing herbal palnts as appropriate treatment in reducing uric acid levels. Research recommendation future are expected to be a reference source in conducting further research.