Karya Ilmiah (D3)

Peningkatan Ketahanan Pangan Teken (Teluk Kenidai) Melalui Diversifikasi Pangan Lokal Pangkep (Jipang Dan Ikan Kapiek) Menuju Zero Stunting

person Hermawarni Br Harahap
calendar_today 2026
school D3 Kebidanan

Institutional Metadata

Student ID 23201003
Study Program
D3 Kebidanan Reguler
Faculty Fakultas Kebidanan
Thesis Type Karya Ilmiah (D3)
Supervisor Bdn. Siska Mulyani,SST.,M.Biomed, Bdn. Tengku Hartian SN. S.Keb.,M.KM
Upload Date 09 September 2026
Keywords
Stunting Deteksi Dini Stunting. Ikan Kapiek Jipang PMT Pengetahuan Posyandu Pangan Lokal Aplikasi Harcest

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini adalah Posyandu Desa Teluk Kenidai Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Masalah yang di hadapi kader posyandu adalah : 1) rendahnya pengetahuan stunting. 2) tidak adanya pelatihan keterampilan dalam mengolah pangan lokal sebagai pemberian makanan tambahan (PMT). 3) pendokumentasian status gizi anak dan ibu hamil masih dilakukan secara manual. Tujuan dari kegiatan ini adalah 1) meningkatkan pengetahuan tentang stunting dan membentuk tim peduli stunting. 2) memberikan pelatihan keterampilan dalam pengolahan pangan lokal berbahan jipang dan ikan kepiek. 3) mengembangkan aplikasi pencegahan stunting dan pendokumentasian berbasis digital. Solusi yang diberikan oleh Tim PKM untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi antara lain : 1) memberikan pendidikan stunting dan membentuk tim peduli stunting di tiap posyandu dengan melibatkan kader. 2) memberikan pelatihan pengolahan keterampilan produk lokal agar kader memiliki keterampilan dalam mengolah hasil pangan lokal berupa jipang dan ikan kepiek yang diperoleh dari hasil sungai sehingga memiliki nilai jual yang mampu meningkatkan perekonomian rumah tangga. 3) mengembangkan aplikasi pencegahan stunting dan pendokumentasian berbasis digital. Luaran yang diperoleh dari hasil PKM terdiri dari : 1) terjadinya peningkatan ilmu pengetahuan kader dari semua tingkat pengetahuannya kurang menjadi tingkat pengetahuannya baik > 75 mayoritas 100 %. 2) peningkatan keterampilan mitra dalam mengolah pangan lokal yang dijadikan PMT jipang dan ikan kepiek menjadi bakso, nugget, bola – bola, empek – empek dan dimsum yang dapat meningkatkan perekonomian rumah tangga dan memiliki nilai gizi yang dan nilai jual yang tinggi. 3) anggota kader mampu menggunakan aplikasi Harcest sebagai deteksi dini cegah stunting. 4) mengembangkan usaha ke warga dan memasarkan produk ke pasar konvensional. 5) publikasi kegiatan PKM di media cetak dan online secara nasional (Riau Pos) tanggal 08 Oktober 2025, hal 7 dan 11. 6) poster kegiatan berukuran 60x160. 7) video kegiatan dapat diakses pada laman youtube IKes Payung Negeri. 8) artikel submit di jurnal pengabdian Jdistira. 9) Konversi nilai mahasiswa sebanyak minimal 6 SKS.

The partner in this activity was the Teluk Kenidai Village Integrated Health Service Post (Posyandu), Tambang Subdistrict, Kampar Regency, Riau Province, Indonesia. The problems faced by the Posyandu cadres included: (1) limited knowledge and understanding of stunting; (2) the lack of skills training in processing local food ingredients as supplementary feeding (PMT); and (3) the documentation of the nutritional status of children and pregnant women was still carried out manually. The objectives of this activity were to: (1) improve knowledge and understanding of stunting and establish a Stunting Care Team; (2) provide skills training in processing local food ingredients, particularly jipang and ikan kepiek; and (3) develop a digital-based application for stunting prevention and documentation. The solutions provided by the Community Service Program (PKM) team to address the problems faced by the partner included: (1) providing education on stunting and establishing Stunting Care Teams at each Posyandu by involving Posyandu cadres; (2) providing training in the processing of local food products so that cadres could develop skills in processing locally available food ingredients, particularly jipang and ikan kepiek obtained from the local river. These ingredients were processed into nutritious products with higher added value and market potential, thereby contributing to improved household economic conditions; and (3) developing a digital-based application for stunting prevention and documentation. The outcomes of the PKM activities included: (1) an increase in the cadres' knowledge, with all participants initially categorized as having poor knowledge achieving a good level of knowledge, with scores above 75, and the majority reaching 100%; (2) improved partner skills in processing local food ingredients into supplementary feeding (PMT) products made from jipang and ikan kepiek, including meatballs, nuggets, balls, pempek, and dim sum. These products have high nutritional value and market potential and may contribute to improving household income; (3) the cadres' ability to use the Harcest application as an early detection and stunting prevention tool; (4) expansion of the local food business to the wider community and marketing of the products through conventional markets; (5) publication of the PKM activities in national print and online media, namely Riau Pos, on October 8, 2025, on pages 7 and 11; (6) production of a 60 × 160 cm activity poster; (7) production of an activity video accessible through the YouTube channel of IKes Payung Negeri; (8) submission of an article to the Jdistira community service journal; and (9) conversion of student learning activities equivalent to a minimum of 6 credits (SKS).

Available Document Assets

article
Cover Ready for download
article
Table of Contents Ready for download
article
Abstract Ready for download
article
References Ready for download
auto_stories

Full Manuscript

library_books
Available in Library Archive The complete manuscript is available at the Library Institut Kesehatan Payung Negeri.

Research Snapshot

2026 • Fakultas Kebidanan

Peningkatan Ketahanan Pangan Teken (Teluk Kenidai) Melalui Diversifikasi Pangan Lokal Pangkep (Jipang Dan Ikan Kapiek) Menuju Zero Stunting

Hermawarni Br Harahap
contact_support