Perbandingan Efektifitas Posisi Fowler Dan Semi Fowler Terhadap Frekuensi Nafas Pasien Tb Paru Di Ruangan Kemuning Rsud Kecamatan Mandau
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Masalah pada TB paru ialah terjadi penumpukan sekret yang berlebihan. Prevalensi paru sebanyak 420.994 kasus pada tahun 2017, penyakit paru dapat mempesulit kerja paru dan berpengaruh pada sistem pernafasan yang adekuat sehingga perlu dilakukan beberapa intervensi untuk mengurangi keluhan pasien seperti pemberian posisi yaitu fowler dan semi fowler yang bermanfaat dalam memfasilitasi proses pernafasan, meningkatkan kenyamanan, meningkatkan curah jantung dan ventilasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektifitas posisi semi fowler dan posisi fowler terhadap frekuensi nafas pasien TB Paru di Ruang Kemuning RSUD Kecamatan Mandau. Jenis Penelitian ini adalah Kuantitatif dengan desain Quasy Eksperiment dan pendekatan pretest-postest with control group design. Waktu penelitian yaitu Agustus 2018-Februari 2019. Teknik pengembilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling.Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 26 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji statistik didapatkan nilai p= value 0.01 < ? (0.05) artinya ada pengaruh pengaturan posisi semi fowler terhadap frekuensi nafas pasien TB Paru di Ruang Kemuning RSUD Kecamatan Mandau dan uji statistik didapatkan nilai p= value 0.002 < ? (0.05) artinya ada pengaruh pengaturan posisi fowler terhadap frekuensi nafas pasien TB Paru di Ruang Kemuning RSUD Kecamatan Mandau. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p= value 0.000 < ? (0.05) Kesimpulan penelitian posisi semifowler efektif mengatasi frekuensi nafas pada pasien TB paru. Diharapkan petugas kesehatan agar aktif menggunakan posisi semi fowler Posisi 30º terhadap keefektifan pola napas dapat dilanjutkan atau diterapkan pada pasien TB Paru