PKM Melalui Penerapan Model Empat Pilar Menajemen Untuk Peningkatan Kualitas Hidup Anak Di Panti Asuhan Ar-Rahim
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Menurut data Kementerian Sosial Tahun 2021, ada sekitar 6.200 lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) di Indonesia. Ada 78 Panti Asuhan Anak Yatim di Provinsi Riau. Panti asuhan merupakan lembaga untuk melindungin anak untuk menghindari dari ketelantaran, penjualan dan kekerasan pada anak. Keberhasilan dari anak asuh panti asuhan sangat bergantung kepada Kepemimpinan, Program-program pengurus panti, dan cara mendidik dan pembinaan dari para pengasuhnya, itulah sebabnya pengurus dan Pengasuh memiliki tanggug jawab yang sangat besar. Pengurus dan pengasuh bukan sekedar sebagai guru saja melainkan sebagai orang tua dalam memberikan rasa kasih sayang, kenyamanan, dan sekaligus menjadi guru dalam mengembangkan sikap kemandirian, pendidikan hard skill dan soft skill untuk bekal mereka bersosialisasi, pelayanan dalam memenuhi kebutuhan dari anak. Berdasarkan hasil survey dan kajian situasi didapatkan beberapa masalah dibidang Kesehatan di Panti Asuhan, antara lain ; 1) Rendahnya Pengetahuan Pengurus dan Pengasuh tentang Manajemen Pengelolaan Panti, 2) Rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan Panti, 3) Belum adanya Unit Kesehatan Panti (UKP) sebagai pertolongan pertama untuk warga panti, 4) belum adanya pelatihan tentang keterampilan manajemen keperawatan dan penanganan Kesehatan dasar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup anak yatim piatu dan terlantar melalui pemberdayaan pengurus dan pengasuh panti asuhan. Tujuan lainnya yaitu meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat warga panti dan mengadakan unit Kesehatan dan keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama Kesehatan. Luaran yang ditargetkan yaitu tercapainya pengetahuan mitra tentang manajemen pengelolaan kategori baik (>75%), publikasi jurnal nasional berISSN dan terindeks Sinta, publikasi media massa cetak, publikasi video kegiatan. Kegiatan ini mengimplementasikan program MBKM yaitu mengacu pada IKU 2, 3 dan 5. Metode pelaksanaan dalam kegiatan PKM ini mencakup tahapan pelatihan, pelaksanaan serta evaluasi, dengan hasil yang v didapatkan yaitu 1) Lebih dari separoh Pengasuh dan Pengurus Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan rendah (70%) tentang manajemen pengelolaan panti asuhan ketika dilakukan Pretest. Dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian didapatkan sebagian besar Pengasuh dan Pengurus Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan tinggi (80%) tentang manajemen pengelolaan panti asuhan ketika dilakukan Posttest, 2) Lebih dari separoh Pengasuh dan Pengurus serta Anak Asuh Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan rendah (72%) tentang pelatihan perawatan dasar dan bantuan hidup dasar ketika dilakukan Pretest. Dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian didapatkan lebih dari separoh Pengasuh dan Pengurus serta Anak Asuh Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan tinggi (78%) tentang pelatihan perawatan dasar dan bantuan hidup dasar ketika dilakukan Posttest, 3) Lebih dari separoh Pengasuh dan Pengurus serta Anak Asuh Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan rendah (78%) tentang PHBS ketika dilakukan Pretest. Dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian didapatkan lebih dari separoh Pengasuh dan Pengurus serta Anak Asuh Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan tinggi (76%) tentang PHBS ketika dilakukan Posttest, 4) Tim Pengabdi telah berhasil membentuk Kader Perawat Kecil (Percil) berjumlah 10 anak asuh, dan telah berhasil mendirikan Unit Kesehatan Panti (UKP) di Panti dengan alat-alat kesehatan seperti Kotak P3K, Alat medis (isi lengkap P3K), Ambubag, Balut Bidai Medis, Nebulizer (Terapi Inhalasi), obat inhalasi, Poster Cuci Tangan Benar dan Poster Bantuan Hidup Dasar (BHD). Diharapkan Manajemen pengelolaan Panti Asuhan Ar- Rahim Pekanbaru lebih ditingkatkan lagi dengan memperhatikan pilar-pilar manajemen untuk meningkatkan kualitas anak asuh di Panti Asuhan Ar-Rahim Pekanbaru.
Menurut data Kementerian Sosial Tahun 2021, ada sekitar 6.200 lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) di Indonesia. Ada 78 Panti Asuhan Anak Yatim di Provinsi Riau. Panti asuhan merupakan lembaga untuk melindungin anak untuk menghindari dari ketelantaran, penjualan dan kekerasan pada anak. Keberhasilan dari anak asuh panti asuhan sangat bergantung kepada Kepemimpinan, Program-program pengurus panti, dan cara mendidik dan pembinaan dari para pengasuhnya, itulah sebabnya pengurus dan Pengasuh memiliki tanggug jawab yang sangat besar. Pengurus dan pengasuh bukan sekedar sebagai guru saja melainkan sebagai orang tua dalam memberikan rasa kasih sayang, kenyamanan, dan sekaligus menjadi guru dalam mengembangkan sikap kemandirian, pendidikan hard skill dan soft skill untuk bekal mereka bersosialisasi, pelayanan dalam memenuhi kebutuhan dari anak. Berdasarkan hasil survey dan kajian situasi didapatkan beberapa masalah dibidang Kesehatan di Panti Asuhan, antara lain ; 1) Rendahnya Pengetahuan Pengurus dan Pengasuh tentang Manajemen Pengelolaan Panti, 2) Rendahnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan Panti, 3) Belum adanya Unit Kesehatan Panti (UKP) sebagai pertolongan pertama untuk warga panti, 4) belum adanya pelatihan tentang keterampilan manajemen keperawatan dan penanganan Kesehatan dasar. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas hidup anak yatim piatu dan terlantar melalui pemberdayaan pengurus dan pengasuh panti asuhan. Tujuan lainnya yaitu meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat warga panti dan mengadakan unit Kesehatan dan keterampilan dalam melakukan pertolongan pertama Kesehatan. Luaran yang ditargetkan yaitu tercapainya pengetahuan mitra tentang manajemen pengelolaan kategori baik (>75%), publikasi jurnal nasional berISSN dan terindeks Sinta, publikasi media massa cetak, publikasi video kegiatan. Kegiatan ini mengimplementasikan program MBKM yaitu mengacu pada IKU 2, 3 dan 5. Metode pelaksanaan dalam kegiatan PKM ini mencakup tahapan pelatihan, pelaksanaan serta evaluasi, dengan hasil yang v didapatkan yaitu 1) Lebih dari separoh Pengasuh dan Pengurus Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan rendah (70%) tentang manajemen pengelolaan panti asuhan ketika dilakukan Pretest. Dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian didapatkan sebagian besar Pengasuh dan Pengurus Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan tinggi (80%) tentang manajemen pengelolaan panti asuhan ketika dilakukan Posttest, 2) Lebih dari separoh Pengasuh dan Pengurus serta Anak Asuh Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan rendah (72%) tentang pelatihan perawatan dasar dan bantuan hidup dasar ketika dilakukan Pretest. Dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian didapatkan lebih dari separoh Pengasuh dan Pengurus serta Anak Asuh Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan tinggi (78%) tentang pelatihan perawatan dasar dan bantuan hidup dasar ketika dilakukan Posttest, 3) Lebih dari separoh Pengasuh dan Pengurus serta Anak Asuh Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan rendah (78%) tentang PHBS ketika dilakukan Pretest. Dan setelah dilakukan kegiatan pengabdian didapatkan lebih dari separoh Pengasuh dan Pengurus serta Anak Asuh Panti Asuhan Ar-Rahim berpengetahuan tinggi (76%) tentang PHBS ketika dilakukan Posttest, 4) Tim Pengabdi telah berhasil membentuk Kader Perawat Kecil (Percil) berjumlah 10 anak asuh, dan telah berhasil mendirikan Unit Kesehatan Panti (UKP) di Panti dengan alat-alat kesehatan seperti Kotak P3K, Alat medis (isi lengkap P3K), Ambubag, Balut Bidai Medis, Nebulizer (Terapi Inhalasi), obat inhalasi, Poster Cuci Tangan Benar dan Poster Bantuan Hidup Dasar (BHD). Diharapkan Manajemen pengelolaan Panti Asuhan Ar- Rahim Pekanbaru lebih ditingkatkan lagi dengan memperhatikan pilar-pilar manajemen untuk meningkatkan kualitas anak asuh di Panti Asuhan Ar-Rahim Pekanbaru.