PROGRAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN REMAJA BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA
Institutional Metadata
Abstract
Pernikahan remaja masih menjadi permasalahan sosial dan kesehatan reproduksi di Indonesia karena berdampak terhadap pendidikan, kesejahteraan psikososial, kesehatan reproduksi, dan kualitas hidup remaja. Sekolah menjadi lingkungan strategis dalam pencegahan karena dapat menjangkau remaja melalui pembelajaran, konseling, promosi kesehatan, dan pendekatan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan program pencegahan pernikahan remaja berbasis sekolah di Indonesia menggunakan metode scoping review. Pencarian artikel dilakukan melalui database Scopus, PubMed, Garuda, dan Springer dengan mengikuti alur PRISMA-ScR. Dari 337 artikel yang teridentifikasi, diperoleh 13 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis. Hasil telaah menunjukkan bahwa program pencegahan pernikahan remaja berbasis sekolah dikelompokkan ke dalam empat tema utama, yaitu edukasi kesehatan berbasis media digital dan audiovisual, pendidikan kesehatan dan peningkatan literasi remaja, pendekatan teman sebaya dan partisipatif, serta penguatan kapasitas diri, keterampilan hidup, dan faktor protektif remaja. Program berbasis sekolah berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, kesadaran, efikasi diri, komunikasi, dan kemampuan remaja dalam mencegah pernikahan dini.
Adolescent marriage remains a social and reproductive health problem in Indonesia because affects education, psychosocial well-being, reproductive health, and adolescents' future quality of life. Schools are strategic settings for prevention programs because they can reach adolescents through learning activities, counseling, health promotion, and peer approaches. This study aimed to identify and map school-based adolescent marriage prevention programs in Indonesia using a scoping review method. Articles were searched through Scopus, PubMed, Garuda, and Springer databases by following the PRISMA-SCR flow. From 337 identified articles, 13 articles met the inclusion criteria and were analyzed. The review findings showed that school-based adolescent marriage prevention programs were grouped into four main themes: digital and audiovisual media-based health education, health education and adolescent literacy improvement, peer and participatory approaches, and strengthening adolescents' self-capacity, life skills, and protective factors. School-based programs contributed to improving adolescents knowledge, attitudes, awareness, self-efficacy, communication skills, and ability to prevent early marriage.