Studi Kasus Implementasi Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Perilaku Kekerasan Di RSJ Tampan
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Perilaku kekerasan merupakan kondisi seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik dirinya sendiri maupun orang lain. Orang dengan gangguan psikotik berada pada peningkatan risiko perilaku kekerasan dibandingkan dengan orang tidak dengan gangguan psikotik atau jiwa. Tujuan : untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasien perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Tampan. Metode Penelitian : Metode atau desain penulisan karya tulis ini menggunakan case report atau studi kasus. Subjek penelitian ini sebanyak 1 pasien dengan diagnosa keperawatan perilaku kekerasan di Rumah Sakit Jiwa Tampan. Asuhan keperawatan ini dilakukan pada satu orang pasien dengan diagnosa medis skizofrenia dengan masalah keperawatan perilaku kekerasan. Hasil Penelitian : Asuhan keperawatan pada Tn. D dapat diselesaikan selama 3 minggu menggunakan implementasi SP 1-5 resiko kekerasan. Durasi implementasi dari penelitian lebih lama dibandingkan dengan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.
Violent behavior is a situation where a person commits an action that can harm himself or others physically. People with psychotic disorders have a higher risk of committing violent behavior compared to people without psychotic or mental disorders. Objective: to apply nursing care to patients with violent behavior at the Tampan Mental Hospital. Method: This research method uses case reports or case studies. The subject of this research was 1 patient with a nursing diagnosis of violent behavior at the Tampan Mental Hospital. This nursing care was carried out for one patient with a medical diagnosis of schizophrenia with nursing problems with violent behavior. Results : Mr. D can be completed within 3 weeks with the application of SP 1-5 risk of violence. The duration of the research was longer compared to research that had been conducted previously Conclusion : Implementing SP 1-5 on the risk of violent behavior can reduce the risk of tantrums in schizophrenia patients.