The relationship between knowledge and attitudes regarding dysmenorrhea among female adolescents at SMAN 12 Pekanbaru.
Institutional Metadata
Abstract
Dismenore merupakan nyeri yang terjadi saat menstruasi dan sering dialami oleh remaja putri sehingga dapat mengganggu aktivitas belajar maupun aktivitas sehari-hari. Kurangnya pengetahuan mengenai dismenore dapat memengaruhi sikap remaja putri dalam menghadapi dan melakukan penanganan dismenore secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri dengan sikap terhadap dismenore di SMA Negeri 12 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap terhadap dismenore. Data dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi masing-masing variabel dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi tentang dismenore, yaitu sebanyak 56 responden (68,3%), sedangkan responden dengan pengetahuan rendah sebanyak 26 responden (31,7%). Sebagian besar responden memiliki sikap positif terhadap dismenore, yaitu sebanyak 57 responden (69,5%), sedangkan responden dengan sikap negatif sebanyak 25 responden (30,5%). Hasil uji Pearson Chi- Square menunjukkan nilai χ² = 68,654 dengan p-value < 0,001 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan remaja putri dengan sikap terhadap dismenore di SMA Negeri 12 Pekanbaru. Semakin tinggi tingkat pengetahuan remaja putri mengenai dismenore, maka semakin positif sikap yang ditunjukkan dalam menghadapi dan melakukan penanganan dismenore. Diharapkan pihak sekolah dapat meningkatkan upaya pendidikan kesehatan reproduksi melalui program penyuluhan secara berkala mengenai dismenore, meliputi pengenalan penyebab, gejala, serta cara penanganan yang tepat. Tenaga kesehatan juga diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi kepada remaja putri guna meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap yang lebih baik dalam menghadapi dismenore.
Dysmenorrhea is menstrual pain that is commonly experienced by adolescent girls and can interfere with learning activities and daily activities. Lack of knowledge about dysmenorrhea may affect adolescent girls’ attitudes in dealing with and managing dysmenorrhea appropriately. This study aimed to determine the relationship between adolescent girls’ knowledge and attitudes toward dysmenorrhea at SMA Negeri 12 Pekanbaru. This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample consisted of 82 adolescent girls selected using the total sampling technique. Data were collected using questionnaires measuring knowledge and attitudes toward dysmenorrhea. Data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The results showed that the majority of respondents had a high level of knowledge about dysmenorrhea, with 56 respondents (68.3%), while 26 respondents (31.7%) had low knowledge. Most respondents had positive attitudes toward dysmenorrhea, with 57 respondents (69.5%), while 25 respondents (30.5%) had negative attitudes. The Pearson Chi-Square test showed a value of χ² = 68.654 with a p-value < 0.001 (p < 0.05), indicating a significant relationship between adolescent girls’ knowledge and attitudes toward dysmenorrhea at SMA Negeri 12 Pekanbaru. The higher the knowledge of adolescent girls regarding dysmenorrhea, the more positive their attitudes in dealing with and managing dysmenorrhea. Schools are expected to improve reproductive health education through regular counseling programs about dysmenorrhea to enhance adolescent girls’ knowledge and attitudes.