DE CREAM ACNE : FORMULASI KRIM ANTI JERAWAT BERBAHAN EKSTRAK KULIT PISANG KEPOK PADA REMAJA DENGAN ACNE VULGARIS
Institutional Metadata
Abstract
Acne Vulgaris masih menjadi salah satu masalah yang sering dialami oleh remaja, dikarenakan sangat menganggu dan dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan juga kondisi psikologis penderitanya. Di sisi lain, pemanfaatan kulit pisang kepok di masyarakat masih sangat terbatas sehingga sebagian besar hanya menjadi limbah organik. Kondisi tersebut menyebabkan potensi kulit pisang kepok sebagai sumber bahan alami yang bernilai ekonomis belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, limbah kulit pisang kepok berpotensi diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan manfaat di bidang kesehatan maupun kosmetik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan krim anti jerawat berbahan dasar ekstrak kulit pisang kepok (Musa paradisiaca L.) yang diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri dan antiinflamasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen yang menggunakan teknik maserasi untuk menghasilkan ekstrak dari kulit pisang kepok, kemudian diformulasikan menjadi sediaan krim tropical. Produk yang telah dihasilkan kemudian diuji melalui organoleptic, uji stabilitas fisik, serta uji pemakaian pada 7 responden selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim memiliki tekstur yang stabil, aroma khas bahan herbal, dan warna yang konsisten. Setelah penggunaan selama 7 hari, terlihat adanya penurunan kemerahan pada jerawat dan pengeringan jerawat tanpa menimbulkan efek samping. Selain itu produk juga memperoleh tanggapan positif terhadap aroma alami ekstrak kulit pisang kepok serta kemasan yang sangat menarik. Dapat disimpulkan bahwa krim ekstrak kulit pisang kepok berpotensi menjadi alternatif perawatan kulit alami untuk membantu mengatasi jerawat sekaligus meningkatkan nilai tambah limbah kulit pisang kepok. Disarankan penelitian selanjutnya mengembangkan variasi formula yang lebih beragam dan jumlah responden yang lebih besar untuk memperkuat hasil penelitian.
Acne vulgaris is one of the most common skin problems experienced by adolescents, as it can interfere with self-confidence and negatively affect their psychological well-being. On the other hand, the utilization of kepok banana peels remains very limited, and most of them are discarded as organic waste. As a result, the potential of kepok banana peels as a natural and economically valuable resource has not been fully utilized. In fact, kepok banana peel waste has the potential to be processed into value-added products with applications in the health and cosmetic industries. Therefore, this study aimed to develop an anti-acne cream formulated with kepok banana peel (Musa paradisiaca L.) extract, which is known to contain bioactive compounds such as flavonoids, tannins, and saponins with potential antibacterial and anti-inflammatory properties. This study employed an experimental method using the maceration technique to obtain the banana peel extract, which was then formulated into a topical cream. The resulting product was evaluated through organoleptic testing, physical stability testing, and a usage test involving seven respondents over a period of seven days. The results showed that the cream had a stable texture, a characteristic herbal aroma, and a consistent color. After seven days of application, a reduction in redness and drying of acne lesions was observed without causing any side effects. In addition, the product received positive responses regarding the natural aroma of the banana peel extract and its attractive packaging. It can be concluded that the kepok banana peel extract cream has the potential to serve as a natural skin care alternative for helping treat acne while increasing the added value of kepok banana peel waste. It is recommended that future studies develop more diverse formulations and involve a larger number of respondents to strengthen the research findings.