Deteksi Dini Kesehatan Jiwa Remaja di Sekolah Metta Maitreya Pekanbaru Berbasis Digital
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Kesehatan jiwa merupakan suatu keadaan jiwa yang sejahtera untuk memungkinkan seseorang dapat mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuan, belajar dengan baik, serta berkontribusi pada komunitasnya. Kesehatan jiwa bagi remaja merupakan aspek yang sangat penting, karena dengan menjaga kesehatan jiwa dengan baik maka dapat menghadapi tantagan hidup dengan baik, menjalin hubungan dengan sehat dan meraih kualiatas hidup yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dini kesehatan jiwa remaja di Sekolah Metta Maitreya Pekanbaru. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan desain deskriptif. Metode dalam pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah statified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 66 siswa/siswi. Waktu penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 juni 2024. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat. Kesehatan jiwa diukur menggunakan instrument strengths and difficulties questionnaire berbasis digital. Responden didominasi oleh siswa/siswi remaja pertengahan (14-17 tahun) berjumlah 64 orang (97,0%), dan jenis kelamin didominasi perempuan yaitu sebanyak 41 orang (62,1%). Hasil dari penelitian ini didapati 43 orang (65,2%) normal gejala emosional, 46 orang (69,7%) normal masalah perilaku, 56 orang (84,8%) normal hiperaktivitas, 46 orang (69,7%) normal masalah teman sebaya, total skor kesulitan kesehatan jiwa 40 orang (60,6%) normal responden dan 65 orang (98,5%) normal propososial.
Mental health is a state of well-being to enable a person to overcome life pressures, be aware of abilities, learn well, and contribute to their community. Mental health for adolescents is a very important aspect, because by maintaining good mental health, they can face the challenges of life well, establish healthy relationships and achieve a good quality of life. This study aims to detect early adolescent mental health at Metta Maitreya School Pekanbaru. This type of research is quantitative with a descriptive design. The sampling method in this study is statified random sampling with a total of 66 respondents. The time of this research was carried out on June 28, 2024. The analysis used in this study is a univariate analysis. Mental health is measured using a digital-based strengths and difficulties questionnaire instrument.The respondents were dominated by mid- adolescent students (14-17 years old) amounting to 64 people (97.0%), and the gender was dominated by women, which was 41 people (62.1%). The results of this study found that 43 people (65.2%) had normal emotional symptoms, 46 people (69.7%) had normal behavioral problems, 56 people (84.8%) had normal hyperactivity, 46 people (69.7%) had normal problems. peers, the total score of mental health difficulties was 40 people (60.6%) normal respondents and 65 people (98.5%) normal prosocial.