Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Video Terhadap Pengetahuan Hand Hygiene Pada Anak Sekolah Dasar Di SD Negeri 147 Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di Sekolah Dasar penting dilakukan, terutama hand hygiene yaitu untuk mencegah penularan penyakit menular seperti ISPA, diare, kecacingan dan infeksi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Video Terhadap Pengetahuan Hand Hygiene Pada Anak Sekolah Dasar Di SDN 147 Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah quasy eksperimental dengan pendekatan one group pretest dan posttest, melibatkan 163 responden yang dipilih dengan teknik stratified random sampling, analisi data pada penelitian ini dilakukan menggunakan uji wilcoxon. Sebelum diberikan pendidikan kesehatan, 107 anak (65,6%) dalam kategori pengetahuan kurang, 45 anak (27,8%) kategori cukup dan hanya 11 anak (6,7%) dalam kategori pengetahuan baik. Setelah diberikan intervensi pengetahuan anak mayoritas dalam kategori baik yaitu 146 anak (89,6%), 17 anak (10,4%) dalam kategori cukup dan tidak ditemukan lagi anak dalam kategori pengetahuan kurang. Uji statistik menggunakan uji wilcoxon menunjukkan nilai p-value <0,001, yang berarti terdapat efektivitas yang signifikan dari pendidikan kesehatan menggunakan video terhadap pengetahuan hand hygiene pada anak Sekolah Dasar di SDN 147 Pekanbaru. Temuan ini menunjukan media video efektif dalam menarik fokus dan perhatian anak untuk menyerap informasi yang disampaikan. Kesimpulannya, penggunaan video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan mengenai hand hygiene pada anak di SDN 147 Pekanbaru.
Clean and Healthy Living Behavior in elementary schools is essential, particularly in practicing hand hygiene to prevent the transmission of communicable diseases such as acute respiratory infections (ARI), diarrhea, helminthiasis, and other infections. This study aimed to evaluate the effectiveness of health education using video media on hand hygiene knowledge among elementary school students at SDN 147 Pekanbaru. A quasi-experimental design with a one-group pretest– posttest approach was employed, involving 163 respondents selected through stratified random sampling. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test. Before the intervention, 107 students (65.6%) were in the poor knowledge category, 45 students (27.8%) were in the fair category, and only 11 students (6.7%) demonstrated good knowledge. After the intervention, the majority (146 students; 89.6%) achieved good knowledge, 17 students (10.4%) were in the fair category, and none remained in the poor category. The Wilcoxon test yielded a p- value <0.001, indicating a statistically significant effect of health education using video media on hand hygiene knowledge. These findings suggest that video media is effective in capturing students’ attention and enhancing their ability to absorb information. In conclusion, the use of video has been proven effective in improving hand hygiene knowledge among students at SDN 147 Pekanbaru.