Efektivitas Video Edukasi terhadap Pengetahuan Remaja Putri tentang Sadari di SMP Negeri 6 pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia, dengan jumlah kasus mencapai 65.858. Untuk mendeteksi kanker sejak dini, bisa dilakukan dengan cara memeriksa payudara sendiri,disebut SADARI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas video edukasi dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMP Negeri 6 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra eksperimental, yaitu one group pretest dan posttest design. Sampel penelitian adalah seluruh remaja putri kelas VIII yang berjumlah 200 siswi, yang diambil dengan teknik total sampling. Menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa sebelum diberikan video edukasi, pengetahuan remaja putri tentang SADARI yaitu 7,50 dengan pengetahuan kurang (53%), namun setelah diberikan video edukasi, rata-rata pengetahuan SADARI yaitu 17.93 dengan pengetahuan baik (75%). Hasil Uji wilxocon sebesar -14.107 dan nilai asymp. Sig (2- tailed) 0.000 lebih kecil sehingga menolak H0 maka video edukasi efektif terhadap pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMP Negeri 6 Pekanbaru. Kesimpulan penelitian ini adalah video edukasi efektif meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang SADARI di SMP Negeri 6 Pekanbaru. Disarankan kepada pihak SMP Negeri 6 Pekanbaru untuk memberikan perhatian lebih terhadap pembelajaran kesehatan reproduksi, mengingat pentingnya materi dalam pengetahuan siswi sejak dini. Alokasi waktu dalam kurikulum serta penyediaan media edukatif seperti video atau poster yang ditempatkan di ruang kelas atau area strategis sekolah diharapkan dapat meningkatkan pemahaman remaja dan lingkungan yang mendukung perkembangan mereka secara positif.
Breast cancer is the most common type of cancer in Indonesia, with a total of 65,858 reported cases. Early detection can be carried out through breast self-examination, known as BSE. This study aims to determine the effectiveness of educational videos in improving adolescent women’ knowledge of BSE at SMP Negeri 6 Pekanbaru. The study used a quantitative method with a pre-experimental design, namely a one- group pretest–posttest design. The sample consisted of all eighth-grade female students (200 participants), selected using total sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed with the Wilcoxon test. The results showed that before the educational video was given, the mean knowledge score regarding BSE was 7.50, with 53% of participants categorized as having poor knowledge. After the intervention, the mean score increased to 17.93, with 75% categorized as having good knowledge. The Wilcoxon test yielded a value of -14.107 with an asymp. sig. (2-tailed) of 0.000, which is lower than the significance threshold; thus, H0 was rejected, indicating that the educational video was effective in improving knowledge of BSE among adolescent girls at SMP Negeri 6 Pekanbaru. The conclusion of this study is that educational videos are effective in increasing adolescent girls’ knowledge of BSE at SMP Negeri 6 Pekanbaru. It is recommended that SMP Negeri 6 Pekanbaru pay greater attention to reproductive health education, given its importance for students’ early knowledge. Allocating time in the curriculum and providing educational media such as videos or posters in classrooms or other strategic areas of the school are expected to enhance students’ understanding and foster a supportive environment for their positive development.