GAMBARAN SELF-MANAGEMENT PADA PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS SIMPANG TIGA PEKANBARU
Institutional Metadata
Abstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan untuk mencegah terjadinya komplikasi. Salah satu upaya pengelolaan hipertensi adalah self-management yang meliputi kepatuhan pengobatan, pengaturan pola makan, aktivitas fisik, pemantauan tekanan darah, serta kepatuhan terhadap anjuran tenaga kesehatan (Agastiya & Risnawati, 2024). Self-management penting dilakukan oleh pasien hipertensi karena membutuhkan keterlibatan aktif dalam menjaga dan mengelola kondisi kesehatannya secara mandiri (Fernalia, 2021). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran self-management pada pasien hipertensi di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross- sectional. Sampel penelitian berjumlah 193 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Hypertension Self Management Behaviour Questionnaire (HSMBQ) yang terdiri dari 40 item pernyataan dengan skala Likert. Analisis data menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan karakteristik responden dan tingkat self-management. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 193 responden, sebanyak 95 responden (49,2%) memiliki self-management kategori baik, 88 responden (45,6%) kategori cukup, dan 10 responden (5,2%) kategori kurang. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi di Puskesmas Simpang Tiga Kota Pekanbaru memiliki self-management dalam kategori baik. Pasien hipertensi diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan self-management dalam pengelolaan hipertensi secara konsisten.
Hypertension is a chronic disease that requires continuous management to prevent complications. One of the efforts to manage hypertension is self-management, which includes medication adherence, dietary management, physical activity, blood pressure monitoring, and adherence to healthcare recommendations (Agastiya & Risnawati, 2024). Self-management is important for hypertensive patients because it requires active involvement in maintaining and managing their health condition independently (Fernalia,2021). This study aimed to describe self-management among hypertensive patients at Simpang Tiga Community Health Center, Pekanbaru. This study used a quantitative method with a cross-sectional approach. The sample consisted of 193 respondents. Data were collected using the Hypertension Self-Management Behaviour Questionnaire (HSMBQ), consisting of 40 statement items using a Likert scale. Data were analyzed using univariate analysis to describe the characteristics of respondents and the level of self-management. The results showed that among 193 respondents, 95 respondents (49.2%) had a good level of self-management, 88 respondents (45.6%) had a moderate level, and 10 respondents (5.2%) had a poor level. The study concluded that most hypertensive patients at Simpang Tiga Community Health Center, Pekanbaru, had a good level of self- management. Hypertensive patients are expected to maintain and improve their self- management consistently in managing hypertension.