KTI

Hubungan Cyberbullying dengan Kesehatan Mental Generasi Alpha (Usia 12- 14 Tahun) Di SMPN 4 Siak Hulu Pekanbaru

person Silvya Andriani Simanjuntak
calendar_today 2025
school D3 Keperawatan

Institutional Metadata

Student ID 22101040
Study Program D3 Keperawatan
Faculty Fakultas Keperawatan
Thesis Type KTI
Supervisor Ns.Fitry Erlin,M.Kep
Upload Date 11 August 2026
Keywords
Cyberbullying Kesehatan Mental Generasi Alpha.

Abstract

Cyberbullying adalah perbuatan sengaja yang berulang kali dilakukan melalui media elektronik untuk menyakiti atau mengganggu orang lain secara online. Biasanya berupa pesan kasar, hinaan, atau penyebaran konten menyakitkan yang dapat merusak kesehatan mental korban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara cyberbullying dengan kesehatan mental pada generasi Alpha usia 12-14 tahun di SMPN 4 Siak Hulu Pekanbaru. Sampel ini terdiri dari 277 siswa. Penelitian ini menggunakan metode stratified random sampling dan mengukur perilaku cyberbullying menggunakan 11 item pertanyaan, untuk menilai kesehatan mental menggunakan instrumen MHI-38. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas responden (62,8%) mengalami tingkat cyberbullying dalam kategori sedang, sementara kasus dengan tingkat tinggi hanya (3,2%). Kesehatan mental responden mayoritas berada pada kategori cukup (70%), dan (29,2%) pada kategori baik. Hasil uji statistik ini menjukan nilai (p value = 0,00 (p < 0,05)), yang mengungkapkan adanya hubungan signifikan antara tingkat cyberbullying dengan kesehatan mental yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat cyberbullying yang dialami, semakin besar kemungkinan gangguan kesehatan mental. Hasil ini menegaskan pentingnya perhatian khusus terhadap dampak cyberbullying pada kesehatan mental siswa generasi Alpha, mengingat masa remaja merupakan fase krusial perkembangan psikologis dan emosional.

Cyberbullying is a deliberate and repetitive act carried out through electronic media to harm or harass others online. It usually involves sending harsh messages, insults, or spreading hurtful content that can damage the victim's mental health. This study aims to analyze the relationship between cyberbullying and mental health among Generation Alpha aged 12-14 years old at SMPN 4 Siak Hulu Pekanbaru. The sample consisted of 277 students. This study used a stratified random sampling method and measured cyberbullying behavior using 11-item questions, while mental health was assessed using the MHI-38 instrument. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that the majority of respondents (62.8%) experienced moderate levels of cyberbullying, while cases with high levels were only (3.2%). The majority of respondents' mental health was in the fair category (70%), and (29.2%) were in the good category. The statistical test results showed a p-value of 0.00 (p < 0.05), indicating a significant relationship between the level of cyberbullying and mental health, suggesting that the higher the level of cyberbullying experienced, the greater the likelihood of mental health problems. These findings highlight the importance of special attention to the impact of cyberbullying on the mental health of Generation Alpha students, given that adolescence is a crucial phase of psychological and emotional development.

Available Document Assets

article
Abstract Ready for download
lock

Restricted Access

folder_zip
Chapter 1 Restricted to Registered Scholars
login Login to download

Research Snapshot

2025 • Fakultas Keperawatan

Hubungan Cyberbullying dengan Kesehatan Mental Generasi Alpha (Usia 12- 14 Tahun) Di SMPN 4 Siak Hulu Pekanbaru

Silvya Andriani Simanjuntak
contact_support