Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Perilaku Lansia Dalam Pengendalian Hipertensi Di Desa Tanjung Simandolak
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Hipertensi yang tidak terkontrol tidak di tangani secara maksimal akan mengakibatkan timbul kembalinya gejala hipertensi yang biasanya disebut kekambuhan hipertensi. Jika penderita hipertensi tidak mencegah dan mengobati penyakit hipertensinya secara maksimal, penderita hipertensi akan beresiko mengalami komplikasi. Keluarga dapat membantu dalam perawatan hipertensi yaitu dalam mengatur pola makan yang sehat, mengajak berolahraga, menemani dan meningkatkan untuk rutin dalam memeriksa tekanan darah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku lansia dalam pengendalian hipertensi. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang menderita hipertensi di Desa Tanjung Simandolak sebanyak 44 responden dengan menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan adalah menggunakan uji statistik chi-square. Hasil uji statistik diperoleh diketahui mayoritas responden yang mendapat dukungan keluarga 29 responden dengan perilaku lansia dalam mengendalikan hipertensi sebanyak (44,8%), dan tidak melakukan pengendalian hipertensi (55,2%), dan tidak mendapat dukungan keluarga sebanyak 15 responden dengan perilaku lansia melakukan pengendalian hipertensi sebanyak (86,7%) dan tidak melakukan pengendalian hipertensi sebanyak (13,3%). Hasil uji statistik didapatkan p value 0,019