HUBUNGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN KELUARGA DENGAN TINGKAT KECEMASAN KELUARGA DIRUANG ICU
Institutional Metadata
Abstract
Keluarga pasien yang dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) menghadapi kondisi kritis, ketidakpastian, serta keterbatasan interaksi dengan pasien yang dapat meningkatkan kecemasan. Pemenuhan kebutuhan keluarga penting untuk membantu keluarga menghadapi kondisi tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pemenuhan kebutuhan keluarga dengan tingkat kecemasan keluarga di ruang ICU Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilaksanakan pada 1–30 Juni 2026. Sampel berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kebutuhan keluarga dan kuesioner tingkat kecemasan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kebutuhan keluarga dalam kategori tinggi sebanyak 16 responden (53,3%), sedangkan tingkat kecemasan sebagian besar berada pada kategori sangat berat sebanyak 18 responden (60,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pemenuhan kebutuhan keluarga dengan tingkat kecemasan keluarga (p = 0,021). Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 10,000 (95% CI = 1,6–60,9) menunjukkan bahwa responden dengan kebutuhan keluarga rendah memiliki peluang 10 kali lebih besar mengalami kecemasan sangat berat dibandingkan responden dengan kebutuhan keluarga tinggi. Disarankan agar perawat mengidentifikasi kebutuhan keluarga secara berkala, memberikan informasi kondisi pasien secara jelas dan teratur, serta memberikan dukungan emosional selama perawatan di ICU.
Families of patients admitted to the Intensive Care Unit (ICU) face critical conditions, uncertainty, and limited interaction with patients, which may increase anxiety. Meeting family needs is important in helping families cope with these conditions. This study aimed to determine the relationship between the fulfillment of family needs and family anxiety levels in the ICU of Santa Maria Hospital Pekanbaru. This study employed a quantitative method with an analytic observational design and a cross-sectional approach. Data collection was conducted from June 1 to 30, 2026. The sample consisted of 30 respondents selected using purposive sampling. The research instruments included a family needs questionnaire and an anxiety level questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. The results showed that most respondents had a high level of family needs, comprising 16 respondents (53.3%), while most respondents experienced very severe anxiety, comprising 18 respondents (60.0%). The Chi-Square test showed a significant relationship between the fulfillment of family needs and family anxiety levels (p = 0.021). The Odds Ratio (OR) of 10.000 (95% CI = 1.6–60.9) indicated that respondents with low family needs had 10 times higher odds of experiencing very severe anxiety than respondents with high family needs. It is recommended that nurses regularly identify family needs, provide clear and regular information about the patient's condition, and provide emotional support during ICU care.