Hubungan Peran Teman Sebaya Dengan Perilaku Bullying Di SD Negeri 008 Hangtuah Kabupaten Kampar
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap orang lain yang dilakukan secara berulang-ulang dengan cara menyakiti secara fisik maupun mental.Teman sebaya merupakan sebuah kelompok sosial yang seringkali di identifikasikan sebagai kumpulan orang yang mempunyai kesamaan sosial atau yang mempunyai kesamaan ciri-ciri, misalnya seperti kesamaan usia. Pencegahan bullying di sekolah dapat dilakukan melalui edukasi tentang dampak perilaku bullying, pembinaan karakter, pelatihan guru untuk mendeteksi perilaku agresif sejak dini, peningkatan pengawasan di lingkungan sekolah, serta program pembelajaran yang menanamkan nilai empati dan sikap saling menghargai antar siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan peran teman sebaya yang menimbulkan perilaku bullying, mengidentifikasi perilaku bullying serta menganalisis hubungan peran teman sebaya dengan perilaku bullying. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan univariat dan bivariat. Analisa yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan uji statistic chi square. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa tidak ada hubungan peran teman sebaya dengan perilaku bullying dengan nilai p value =0,848 atau (p=>0,005). Untuk itu diharapkan kepada pihak sekolah untuk dapat memberikan informasi tentang dampak dari perilaku bullying .
Bullying merupakan perilaku agresif yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap orang lain yang dilakukan secara berulang-ulang dengan cara menyakiti secara fisik maupun mental.Teman sebaya merupakan sebuah kelompok sosial yang seringkali di identifikasikan sebagai kumpulan orang yang mempunyai kesamaan sosial atau yang mempunyai kesamaan ciri-ciri, misalnya seperti kesamaan usia. Pencegahan bullying di sekolah dapat dilakukan melalui edukasi tentang dampak perilaku bullying, pembinaan karakter, pelatihan guru untuk mendeteksi perilaku agresif sejak dini, peningkatan pengawasan di lingkungan sekolah, serta program pembelajaran yang menanamkan nilai empati dan sikap saling menghargai antar siswa. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan peran teman sebaya yang menimbulkan perilaku bullying, mengidentifikasi perilaku bullying serta menganalisis hubungan peran teman sebaya dengan perilaku bullying. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dengan univariat dan bivariat. Analisa yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan uji statistic chi square. Hasil penelitian yang didapatkan bahwa tidak ada hubungan peran teman sebaya dengan perilaku bullying dengan nilai p value =0,848 atau (p=>0,005). Untuk itu diharapkan kepada pihak sekolah untuk dapat memberikan informasi tentang dampak dari perilaku bullying .