Hubungan Self Assessment Orangtua Dengan Kejadian Kejang Demam Pada Anak Di Ruang Rawat Inap Anak Rumah Sakit Santa Maria Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Kejang demam adalah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu 38°C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Faktor yang mempengaruhi kejang demam salah satunya adalah self assesment. Kejang demam sering terjadi saat penanganan selfassessment tidak baik oleh orang tua, sehingga sering terjadi keterlambatan bagi petugas dalam menangani kejang demam dan berdampak kecacatan maupun kematian pada anak, seperti tidak segera memberikan kompres pada anak ketika terjadi demam, tidak memberikan obat penurunan demam, dan sebagian orang tua justru membawa anaknya kedukun (kepercayaan dan tradisi). Penanganan self assesment dapat dilakukan dengan terapi fisik, terapi obat, maupun kombinasi keduanya.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan self assesment orang tua dengan kejadian kejang demam pada anak, dan mengidentifikasi kejadian kejang demam pada anak di ruang rawat inap anak rumah sakit Santa Maria Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian dilaksanakan mulai dari penyusunan proposal pada bulan maret sampai dengan ujian hasil skripsi bulan Juli 2018 di RS Santa Maria Pekanbaru dengan jumlah sampel sebanyak 41 orang. Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p value = 0,001