HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI PRAKTEK KLINIK DENGAN PENYESUAIAN DIRI AKADEMIK PADA MAHASISWA S1 KEPERAWATAN TINGKAT II
Institutional Metadata
Abstract
Mahasiswa keperawatan tingkat II merupakan kelompok yang rentan mengalami kecemasan dalam menghadapi praktik klinik. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi proses penyesuaian diri akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan menghadapi praktik klinik dengan penyesuaian diri akademik pada mahasiswa S1 Keperawatan Tingkat II Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 252 mahasiswa dengan sampel sebanyak 155 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) untuk mengukur penyesuaian diri akademik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan tingkat tinggi sebanyak 68 responden (43,9%), sedangkan penyesuaian diri akademik sebagian besar berada pada kategori tinggi sebanyak 77 responden (49,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan menghadapi praktik klinik dengan penyesuaian diri akademik dengan p-value = 0,802 (p > 0,05). Dengan demikian, H0 diterima dan Ha ditolak. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan menghadapi praktik klinik tidak berhubungan secara signifikan dengan penyesuaian diri akademik pada mahasiswa S1 Keperawatan Tingkat II.
Mahasiswa keperawatan tingkat II merupakan kelompok yang rentan mengalami kecemasan dalam menghadapi praktik klinik. Kecemasan yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi proses penyesuaian diri akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan menghadapi praktik klinik dengan penyesuaian diri akademik pada mahasiswa S1 Keperawatan Tingkat II Institut Kesehatan Payung Negeri Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian berjumlah 252 mahasiswa dengan sampel sebanyak 155 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur tingkat kecemasan dan Student Adaptation to College Questionnaire (SACQ) untuk mengukur penyesuaian diri akademik. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan tingkat tinggi sebanyak 68 responden (43,9%), sedangkan penyesuaian diri akademik sebagian besar berada pada kategori tinggi sebanyak 77 responden (49,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan menghadapi praktik klinik dengan penyesuaian diri akademik dengan p-value = 0,802 (p > 0,05). Dengan demikian, H0 diterima dan Ha ditolak. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecemasan menghadapi praktik klinik tidak berhubungan secara signifikan dengan penyesuaian diri akademik pada mahasiswa S1 Keperawatan Tingkat II.