PENGARUH EDUKASI AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG KEKERASAN SEKSUAL ANAK DI SDN 191 PEKANBARU
Institutional Metadata
Abstract
Prevalensi masalah kekerasan seksual anak terus meningkat tiap tahun, anak usia sekolah dasar sebagai kelompok paling rentan. Dampaknya mencakup fisik, sosial, psikologis, perilaku, hingga kehidupan jangka panjang korban, dan minimnya pengetahuan anak menjadi salah satu faktor penyebab utama. Edukasi melalui media audiovisual video animasi diperlukan agar informasi lebih mudah dipahami sesuai karakteristik anak usia sekolah dasar. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi audio visual terhadap pengetahuan tentang kekerasan seksual anak di SDN 191 Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasy-Experiment menggunakan Pre-Test Post-Test With Control Group Design dengan sampel 89 responden melalui teknik Total Sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan kekerasan seksual anak yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas (Cronbach’s Alpha = 0,827). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil uji univariat nilai median pengetahuan pretest kelompok intervensi 13,00 dan posttest 16,00, sedangkan pretest pada kelompok kontrol 13,50 dan posttest 12,50. Hasil bivariat menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan pada kelompok intervensi (p-value 0,000<0,05) dan kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan (p-value 0,472>0,05). Terdapat perbedaan signifikan hasil posttest pengetahuan antara kedua kelompok (p-value 0,000<0,05). Penelitian ini menjelaskan bahwa terdapat pengaruh signifikan edukasi audiovisual terhadap pengetahuan anak tentang kekerasan seksual. Rekomendasi peneliti agar melakukan penelitian dengan memperluas populasi ke beberapa sekolah dasar dengan karakteristik demografis berbeda seperti perkotaan dengan pedesaan.
The prevalence of child sexual abuse continues to rise each year, with elementary school-aged children being the most vulnerable group. The impacts range from physical, social, and psychological effects to behavioral issues and long-term consequences for the victims, and children’s lack of knowledge is one of the main contributing factors. Education through audiovisual animated videos is necessary to make the information easier to understand, in line with the characteristics of elementary school-aged children. The purpose of this study was to determine the effect of audiovisual education on knowledge about child sexual abuse at SDN 191 Pekanbaru. This study was a quantitative study with a quasi-experimental design using a pre-test post-test with a control group design, with a sample of 89 respondents selected through Total Sampling. The research instrument consisted of a questionnaire on knowledge of child sexual abuse that had undergone validity and reliability testing (Cronbach’s Alpha = 0.827). Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods, employing the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Univariate results showed median knowledge scores of 13.00 (pretest) and 16.00 (posttest) in the intervention group, compared to 13.50 (pretest) and 12.50 (posttest) in the control group. Bivariate analysis showed a significant increase in the intervention group (p=0.000<0.05), while the control group showed no significant change (p=0.472>0.05). There was a significant difference in posttest knowledge scores between the two groups (p-value 0.000 < 0.05). This study demonstrates that audiovisual education has a significant effect on children’s knowledge of sexual abuse. The researchers recommend conducting further research by expanding the study population to include several elementary schools with different demographic characteristics, such as urban and rural areas.