Pengaruh Edukasi Keluarga Dengan Pendekatan Conjoint Terhadap Pengetahuan Keluarga Dalam Perawatan Penderita Demensia
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Demensia merupakan salah satu gangguan kognitif yang sering terjadi pada lansia dan memerlukan peran aktif keluarga dalam perawatannya. Edukasi keluarga dengan pendekatan conjoint menjadi salah satu metode yang dapat meningkatkan pemahaman keluarga dalam merawat penderita demensia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi keluarga dengan pendekatan conjoint terhadap pengetahuan keluarga dalam perawatan penderita demensia di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sampel penelitian sebanyak 19 keluarga lansia dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi media audiovisual (video) audio dan kuesioner Dementia Knowledge Assessment Scale (DKAS). Rata-rata nilai pengetahuan keluarga dalam perawatan penderita demensia pre-test sebesar 75,84 dengan standar deviasi 3,671, sedangkan rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 122,37 dengan standar deviasi 5,262. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan edukasi keluarga dengan pendekatan conjoint terhadap peningkatan pengetahuan keluarga dalam perawatan penderita demensia. Rekomendasi peneliti diharapkan tenaga kesehatan seharusnya di fasilitas layanan primer seperti puskesmas, dapat mengimplementasikan edukasi keluarga dengan pendekatan conjoint sebagai bagian dari program pemberdayaan keluarga dalam merawat lansia dengan demensia.
Dementia is one of the cognitive disorders that commonly occur in the elderly and requires active family involvement in its care. Family education using a conjoint approach is one method that can enhance family understanding in caring for dementia patients. This study aims to determine the effect of family education with a conjoint approach on family knowledge in caring for dementia patients in the working area of the Payung Sekaki Health Center in Pekanbaru. This research used a quantitative design with a pre-experimental one-group pretest-posttest approach. The study sample consisted of 19 elderly families, selected using a purposive sampling technique. The research instruments included audiovisual media (video) and the Dementia Knowledge Assessment Scale (DKAS) questionnaire. The average pre-test knowledge score of families in caring for dementia patients was 75.84 with a standard deviation of 3.671, while the average post-test score increased to 122.37 with a standard deviation of 5.262. The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of family education with a conjoint approach on improving family knowledge in caring for dementia patients. The researcher recommends that healthcare workers in primary healthcare facilities, such as health centers, should implement family education with a conjoint approach as part of a family empowerment program in caring for elderly individuals with dementia.