pengaruh media video animasi Vulva Hygiene terhadap pengetahuan remaja putri tentang kebersihan menstruasi di SMP 17 pekanbaru
Institutional Metadata
Abstract
Kebersihan menstruasi merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan reproduksi remaja putri. Kurangnya pengetahuan tentang vulva hygiene dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media video animasi Vulva Hygiene terhadap pengetahuan remaja putri tentang kebersihan menstruasi di SMP Negeri 17 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain preexperimental one group pretestposttest design. Jumlah responden sebanyak 93 orang dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Ordinal dan dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi mayoritas responden memiliki pengetahuan kategori kurang sebanyak 54 orang (58,1%), sedangkan setelah intervensi mayoritas berada pada kategori cukup sebanyak 59 orang (63,4%), kategori baik meningkat menjadi 18 orang (19,4%), dan kategori kurang menurun menjadi 16 orang (17,2%). Hasil uji statistik menunjukkan pvalue = 0,000 (α = 0,05), sehingga terdapat pengaruh media video animasi Vulva Hygiene terhadap pengetahuan remaja putri tentang kebersihan menstruasi di SMP Negeri 17 Pekanbaru.
Menstrual hygiene is a crucial aspect of maintaining reproductive health among adolescent girls. A lack of knowledge regarding vulva hygiene can increase the risk of reproductive health issues. This study aimed to determine the effect of animated video media regarding vulva hygiene on the knowledge of adolescent girls at SMP Negeri 17 Pekanbaru concerning menstrual hygiene. The study employed a quantitative method using a preexperimental, onegroup pretestposttest design. A total of 93 respondents participated, selected via total sampling. Data were collected using a Guttman scale Ordinal and analyzed using the Wilcoxon SignedRank Test. The results showed that prior to the intervention, the majority of respondents (54 individuals or 58.1%) fell into the "poor" knowledge category; however, following the intervention, the majority (59 individuals or 63.4%) were in the "sufficient" category, while the "good" category increased to 18 individuals (19.4%), and the "poor" category decreased to 16 individuals (17.2%). Statistical analysis yielded a pvalue of 0.000 (α = 0.05), indicating that the animated video media on vulva hygiene had a significant effect on the knowledge of adolescent girls at SMP Negeri 17 Pekanbaru regarding menstrual hygiene