Pengaruh Pola Makan Terhadap Kadar Asam Urat Pada Lansia Di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru
Quick Access
Institutional Metadata
Abstract
Usia tua (lansia) merupakan masa terakhir dalam kehidupan seseorang, yaitu sejak 60 tahun hingga meninggal dunia, dan ditandai dengan berbagai kondisi fisik, mental, dan sosial yang saling berinteraksi. Seseorang yang berusia lanjut biasanya lebih mudah terkena asam urat, karena penyakit asam urat pada laki-laki terjadi saat massa pubertas hingga usia 40-50 tahun, sedangkan perempuan terjadi setelah memasuki masa menopause. Seseorang dapat mengalami asam urat jika mereka tidak mengikuti pola hidup sehat, yaitu makan-makanan yang sehat, berolahraga, dan istirahat yang cukup. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pola makan terhadap kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Riau. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, dengan desain quasy eksperimental one group pre and post test desain. Sampel penelitian ini adalah 20 responden lansia. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan GCU test. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dengan karakteristik responden dan analisis bivariat dengan uji paired sampel t test. Hasil penelitian didapatkan perbedaan yang bermakna kadar asam urat sebelum dan sesudah diberikan edukasi pola makan sehat dimana nilai p value = 0,001 < 0,05, yang artinya H0 ditolak, sehingga disimpulkan terdapat pengaruh pola makan terhadap kadar asam urat pada lansia di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru
Old age (elderly) is the last period in a person’s life, namely from 60 yers until death, and is characterized by variuos physical, mental and sosial condition that interact with each other. Someone who is older is usually more susceptible to gout, because uric acid disease in men occurs during pubety untul the ade of 40- 45 years, while in women it occurs after entering menopause. A person can experience gout if they do not follow a healthy lifestyle, namely eating healthy foods, exercising and getting enough rest. This study aims to examine the effect of diet on uric acid levels in the elderly at the Payung Sekaki Community Health Center, Pekanbaru City, Riau. This type of research is quantitative research, with a quasi eksperimental one group pre and post test design. The sample for this research was 20 elderly respondents. This research intrument uses a questionnaire and teh GCU test. The univariate analisis withrespondent characteristics and bivariate analysis with paired sampel t test. The results of the research showed a significant difference in uric acid levels before and after being given education on healthy eating patterns where the p value = 0,001 < 0,05, which means that H0 was rejected, so it was concluded that there was an influence of diet on uric acid levels in the elderly at the Payung Sekaki City Health Center Pekanbaru.