ASUHAN KEBIDANAN BERKESINAMBUNGAN PADA BAYI NY. A UNTUK TERAPI MEMPERBAIKI POLA TIDUR DENGAN MUSIK LULLABY DI PMB ZURRAHMI KOTA PEKANBARU TAHUN 2026
Institutional Metadata
Abstract
Kualitas tidur bayi merupakan kemampuan bayi memperoleh tidur dan istirahat yang cukup sesuai kebutuhan usianya. Bayi dikatakan mengalami gangguan tidur apabila durasi tidur malam kurang dari 9 jam, terbangun lebih dari 3 kali, dan durasi terjaga lebih dari 1 jam. Gangguan tidur dapat ditandai dengan bayi rewel, sering menangis, dan sulit kembali tidur. Kualitas tidur yang optimal penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur adalah terapi musik lullaby. Tujuan asuhan ini adalah memberikan Asuhan Kebidanan Berkesinambungan pada Bayi Ny. A dengan penerapan terapi musik lullaby terhadap pola tidur bayi di PMB Zurrahmi Kota Pekanbaru Tahun 2026. Metode yang digunakan adalah Continuity of Care (CoC) berbasis Evidence-Based Practice (EBP) dengan pengukuran menggunakan Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ). Terapi musik lullaby diberikan selama ±30 menit sebanyak 3 kali sehari pada pagi, siang, dan malam selama 3 hari berturut-turut, yaitu 22–24 Mei 2026, dalam lingkungan tenang dan nyaman. Hasil pengkajian KN II menunjukkan skor BISQ 6 dengan masalah tidur ringan. Setelah intervensi, skor meningkat menjadi 8, 10, dan 13, dengan skor akhir kategori tidak ada masalah tidur. Bayi tampak lebih mudah tertidur, tidur lebih tenang, durasi tidur meningkat, dan frekuensi terbangun berkurang. Kesimpulannya, penerapan terapi musik lullaby selama tiga hari menunjukkan perbaikan pola dan kualitas tidur bayi.
Infant sleep quality refers to the ability of infants to obtain adequate sleep and rest according to their age-related needs. Infants are considered to have sleep disturbances when nighttime sleep duration is less than 9 hours, they wake up more than 3 times, and remain awake for more than 1 hour. Sleep disturbances may be characterized by fussiness, frequent crying, and difficulty returning to sleep after awakening. Optimal sleep quality is important to support infant growth and development. One non-pharmacological intervention that may help improve infant sleep quality is lullaby music therapy. This care aimed to provide Continuity of Midwifery Care for Baby A through the application of lullaby music therapy to improve the infant’s sleep pattern at PMB Zurrahmi, Pekanbaru City, in 2026. The method used was Continuity of Care (CoC) based on Evidence-Based Practice (EBP), with sleep patterns assessed using the Brief Infant Sleep Questionnaire (BISQ). Lullaby music therapy was provided for approximately 30 minutes, three times daily in the morning, afternoon, and evening for three consecutive days, from May 22–24, 2026, in a quiet and comfortable environment. The assessment during KN II showed a BISQ score of 6, indicating mild sleep problems. Following the intervention, the BISQ score gradually increased to 8, 10, and 13, with the final score indicating no sleep problems. The infant appeared to fall asleep more easily, sleep more peacefully, have a longer sleep duration, and wake less frequently. In conclusion, the application of lullaby music therapy for three consecutive days demonstrated an improvement in the infant’s sleep pattern and quality.